Monday, December 28, 2015

Jasa Pembuatan Website Termurah ada di Batam

Jasa Pembuatan Website Murah ternyata ada di Batam Kepulauan Riau. ini adalah salah satu solusi bagi siapa saja yang ingin membuat website, website sekolah, website, personal, portal berita, dan lain sebagainya

www.jasawebsitebatam.web.id adalah alamat situsnya, selain menerima jasa pembuatan website murah jasawebsitebatam.web.id juga menerima instalasi komputer, pembuatan aplikasi android dan pembuatan aplikasi dekstop.

yang berminat menggunakan jasa pembuatan jasa website murah ini silakan kunjungi

                                                    www.jasawebsitebatam.web.id


Thursday, September 17, 2015

Keutamaan 10 Hari Pertama Bylan Dzulhijjah

Rabu, 2 Dzulhijjah 1436 H / 16 September 2015 M
Materi Tematik
Ustadz Abu Yahya Badrusalam,  Lc
Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Download Audio:
https://drive.google.com/file/d/0B1e0BM9z9hzYTHhTZklNMnRlbkE/view?usp=docslist_api

Sumber:
"Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah - Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc." di YouTube - https://youtu.be/WwnRHtjtOMs
➖➖➖➖➖➖➖
KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH

الحمد لله والصلاة والسلام على نبينا محمد و على آله وصحبه و من واله
أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وحده لا شريك له وأََشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ, أَمَّا بَعْدُ

Kita telah memasuki bulan Dzulhijjah.

Ada sebuah perkara atau sebuah keutamaan yang sangat besar sekali yang hendaknya kita bergembira dengannya.

Apa itu?

Yaitu sepuluh awal bulan Dzulhijjah.

Ini sebuah kesempatan yang sangat agung.

Kesempatan yang sangat emas sekali untuk kita meraih keutamaan pahala yang sangat besar, mendulang pahala sebanyak-banyaknya.

Kenapa demikian?

Karena Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengabarkan dalam hadistnya yang shahīh bahwa "Hari-hari awal sepuluh bulan Dzulhijjah itu hari yang sangat utama buat beramal shālih.

Beliau bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ.

“Tidak ada hari-hari yang pada waktu itu amal shālih lebih dicintai oleh Allāh melebihi dari sepuluh awal bulan Dzulhijjah.”

(HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu ‘Abbas. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Mā syā Allāh, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan:

"Tidak ada hari-hari yang amalan shālih lebih dicintai oleh Allāh dari sepuluh awal bulan Dzulhijjah ini."

Luar biasa !

Oleh karena itu banyak para ulama ketika menafsirkan firman Allāh:

وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ

"Demi waktu fajar dan demi sepuluh malam."

(QS. Al-Fajr : 1 - 2)

Bahwa yang dimaksud dengan sepuluh malam di sini adalah sepuluh awal bulan Dzulhijjah.

Subhanallāh!

Betapa besar dan betapa agungnya kesempatan yang sangat luar biasa ini untuk banyak beramal shālih di hari-hari seperti itu.
Lalu apa amalan shālih yang bisa kita amalkan di hari-hari itu?

1. BERTAKBIR

Adalah Ibnu 'Umar dan Abū Hurairah radhiyallāhu 'anhumā, mereka apabila telah masuk sepuluh awal bulan Dzulhijjah, mereka pun bertakbir.

Bahkan mereka pergi ke pasar sehingga orang-orangpun ikut bertakbir. Akhirnya pasarpun penuh dengan gema bertakbir.

Subhanallāh !

Takbir kata para ulama ada 2 macam;

• ⑴ TAKBIR MUTLAK

Kapan saja kita melakukannya, dan ini dimulai semenjak awal bulan Dzuhijjah sampai tanggal 13.

• ⑵ TAKBIR MUQAYYAD

Yaitu takbir yang dilakukan setelah shalat berjamaah atau shalat fardhu.

Dan ini disyari'atkan dimulai dari semenjak pagi hari tanggal 9 Dzulhijjah sampai tanggal 13 sore hari yaitu shalat 'Ashar.

Kemudian di antara amalan shālih yang lainnya yang bisa kita amalkan pada waktu itu yaitu:

2. BERPUASA

Memang para ulama berbeda pendapat, apakah boleh kita berpuasa 10 hari dari tanggal 1 - 9.

Namun pendapat yang kuat, in syā Allāh diperbolehkan.

Kenapa?

Karena dalam satu riwayat yang shāhih:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْر...

“Adalah Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya (hijriyah), …”

(HR. Abū Dāwūd no. 2437. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Walaupun ada hadīts 'Āisyah radhiyallāhu Ta'āla 'anhā yang mengatakan:

مَارَاَيْتُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَا ئِمًا فِيْ الْعَشْرِ قَطٌّ

"Aku belum pernah melihat Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam berpuasa 10 hari sekalipun juga."

(HR. Muslim no. 1176)

Namun ini sesuai dengan apa yang diketahui oleh 'Āisyah dan kaidah mengatakan:

المُثبِت مُقَدَّمٌ على النافي

"Yang mengatakan ada lebih didahulukan daripada yang mengatakan tidak ada."

Terlebih lagi puasa hari 'Arafah, dimana puasa hari 'Arafah sangat dianjurkan bagi mereka yang berhaji dan pahalanya besar sekali.

Kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ

“Puasa 'Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menggugurkan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang."

(HR. Muslim no. 1162 dari shahābat Abū Qatadah)

Kalau begitu kesempatan emas untuk kita melakukan dan berlomba-lomba untuk melakukan puasa hari 'Arafah ini.

Kemudian, di antara amalan lain yang bisa kita amalkan pada waktu itu yaitu:

3. IBADAH QURBAN

Yaitu menyembelih kambing pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah.

Ini merupakan sembelihan yang agung yang Allāh menyebutkan dalam Al Qurān:

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

"Dan Kami gantikan dengan sembelihan yang agung (besar)."

(QS. Ash-Shāffāt : 107)

Dan subhanallāh, yang diinginkan dari ibadah menyembelih bukan dagingnya, akan tetapi ibadah menyembelihnya itu.

Makanya Allāh menyatakan:

لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allāh, tetapi ketaqwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allāh telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allāh terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik."

(QS. Al-Hajj : 37)

Yang diinginkan adalah ibadah menyembelih yg merupakan ibadah yang agung di sisi Allāh, sebagaimana Allāh berfirman:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

"Katakanlah: 'Sesungguhnya shalatku, nusukku (sembelihanku), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allāh, Tuhan semesta alam'."

(QS. Al An'ām: 162)

⇒Apa itu nusuk?

Sebagian ulama mengatakan nusuk artinya ذَبِيْحَتِيْ (dzabīhatī: sembelihanku)

Ini menunjukkan betapa besarnya ibadah menyembelih Qurban itu.

Orang yang diberikan oleh Allāh keluasan harta tapi ia tidak mau berqurban, kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

"Barang siapa yang memiliki kelapangan namun ia tidak berqurban maka jangan mendekati tempat shalat kami."

(HR. Ahmad 14: 24 dan Ibnu Majah no. 3123. Al-Hāfizh Abū Thāhir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Artinya, tercela bagi orang yang mempunyai kemampuan tapi dia tidak berqurban. Padahal qurban adalah sesuatu yang luar biasa di sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Adapun hadits yang mengatakan bahwasanya orang yang berkurban nanti akan melewati jembatan shirath dengan menunggangi hewan qurbannya, ini semua adalah hadist-hadist yang tidak ada asalnya dari Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Kemudian di antara amalan yang bisa kita amalkan pada 10 awal bulan Dzulhijjah,

4. BERSHADAQAH

Kita memperbanyak shadaqah karena shadaqah besar pahalanya di sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyebutkan bahwa orang yg berinfaq (bershadaqah) akan diberikan pahala oleh Allāh 700 kali lipat. (Al-Baqarah 261)

Subhanallāh !

Disebutkan juga dalam hadits yang shahih:

من تصدق بعدل تمرة من كسب طيب ولا يسعد الى الله الا الطيب فان الله تعا لى يقبلها بيمينه ثم يربيها لصا حبها كما يربي احدكم فلوه حتى تكون مثل الجبل 

“Barangsiapa bersedekah meskipun seharga kurma, namun dari hasil yang baik dan Allāh tidak akan menerima sesuatu kecuali yang baik, sesungguhnya Allāh akan menerima sedekah kurma dengan tangan kanan-Nya. Kemudian Dia akan menggandakannya untuk orang yang bersedekah, sebagaimana salah seorang di antara kalian memelihara anak kuda, sehingga sedekah kurma tersebut menjadi sebesar gunung.” 

(HR. Al-Bukhāri No. 1321)

Bayangkan akhī, shadaqahnya dengan 1 butir kurma menjadi sebesar gunung.

Kalau begitu betapa besarnya pahala shadaqah. Maka di saat itu kita banyak-banyak bershadaqah.

Demikian juga kita,

5. BANYAK BERDZIKIR KEPADA ALLĀH (BERTASBIH, BERTAHLIL, BERTAHMID)

Dan di hari-hari itu memang sangat dianjurkan sekali banyak-banyak berdzikir kepada Allāh.

Sebagaimana Allāh berfirman:

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

"Berdzikirlah kamu kepada Allāh di hari-hari yang terhitung."

(Al Baqarah 203)

Sebagian ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan ayat itu adalah 10 awal bulan Dzulhijjah.

Ikhwatal islām a'ādzakumullāh,

Seorang mu'min, ketika diberikan oleh Allāh kesempatan yang besar seperti ini, dia bergembira.

Seorang mukmin ketika melihat kesempatan emas seperti ini dia pun merasa harus bersiap-siap menghadapinya.

Karena bagi seorang mu'min, tidak ada yang lebih indah dari pada keta'atan kepada Allāh.

Makanya kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

مَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ

"Siapa yang merasa bergembira dengan kebaikan-kebaikan dan amalan shālihnya dan merasa bersedih hati dengan kesalahan-kesalahan dan dosanya maka dia seorang mu'min."

(HR. Ahmad 1: 18. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, para perowinya tsiqoh sesuai syarat Bukhari-Muslim. Dari shahābat 'Umar bin Khaththāb)

Seorang mukmin melihat kesempatan yang besar seperti ini dia tidak akan menyia-nyiakan.

Dia ingin berusaha untuk beramal shālih, untuk mendapatkan surga yang paling tinggi di sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Maka dari itu yā Akhī, mari kita gunakan kesempatan sepuluh awal bulan Dzulhijjah ini untuk:

◆ Banyak berdzikir kepada Allāh
◆ Banyak beramal shālih
◆ Banyak bertakbir

Kalau kita bisa berpuasa pada waktu itu, maka kita lakukan berpuasa sehingga kita mendapatkan kemenangan yang besar berupa pahala yang besar di sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

➖➖➖➖➖

Wednesday, September 16, 2015

Ar Ruqyah (jampi-jampi)

Selasa, 1 Dzulhijjah 1436 H 15 September 2015 M
Ustadz 'Abdullāh Roy, MA
Belajar Tauhid
Halaqah 11 | Ar-Ruqyah (Jampi-Jampi)
Download Audio:
https://drive.google.com/file/d/0B1e0BM9z9hzYUi01aWdaZ3RnbTg/view?usp=docslist_api
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-11 dari Silsilah Belajar Tauhid adalah tentang "Ar-Ruqyah (Jampi-jampi)"

Ruqyah yaitu bacaan yang dibacakan kepada orang yang sakit supaya sembuh.

Bacaan ini diperbolehkan selama tidak ada kesyirikan.

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ ﻛُﻨَّﺎ ﻧَﺮْﻗِﻲ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ ﻓَﻘُﻠْﻨَﺎ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻛَﻴْﻒَ ﺗَﺮَﻯ ﻓِﻲ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻋْﺮِﺿُﻮﺍ ﻋَﻠَﻲَّ ﺭُﻗَﺎﻛُﻢْ ﻟَﺎ ﺑَﺄْﺱَ ﺑِﺎﻟﺮُّﻗَﻰ ﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻓِﻴﻪِ ﺷِﺮْﻙٌ

Dari 'Auf bin Mālik radiyallāhu 'anhu berkata; Kami dahulu meruqyah di zaman Jahiliyyah, maka kami bertanya kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam :

"Yā Rasūlullāh, apa pendapatmu tentang ruqyah ini?"

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda :

"Perlihatkanlah kepadaku ruqyah-ruqyah kalian, sesungguhnya ruqyah tidak mengapa selama tidak ada kesyirikan".

(HR. Abū Dāwūd, dishahīhkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullāh).

Ruqyah yang tidak ada kesyirikan seperti ruqyah dari:

• Ayat-ayat AlQur’an

• Do’a-do’a yang diajarkan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dan ini lebih utama.

Atau dengan,

• Do’a-do’a yang lain yang diketahui kebenaran maknanya baik dengan bahasa Arab maupun dengan selain bahasa Arab.

Kemudian hendaknya orang yang meruqyah ataupun yang diruqyah meyakini bahwasanya ruqyah hanyalah SEBAB semata, tidak berpengaruh dengan sendirinya dan tidak boleh seseorang bertawakal kepada sebab tersebut.

Seorang Muslim mengambil sebab dan bertawakkal kepada Dzat yang menciptakan sebab tersebut yaitu Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Ruqyah yang mengandung kesyirikan adalah jampi-jampi atau bacaan yang mengandung permohonan kepada selain Allāh, entah kepada seorang jin ataupun seorang wali sekalipun, biasanya disebutkan disitu nama-nama mereka.

Tidak jarang jampi-jampi seperti ini dicampur dengan ayat-ayat Al-Qurān atau dengan nama-nama Allāh atau dengan kalimat yang berasal dari bahasa Arab.

Tujuannya adalah satu yaitu untuk mengelabui orang-orang yang jahil dan tidak tahu.

Ruqyah yang mengandung kesyirikan telah dijelaskan oleh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dalam sabda Beliau :

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺮُّﻗَﻰ ﻭَﺍﻟﺘَّﻤَﺎﺋِﻢَ ﻭَﺍﻟﺘِّﻮَﻟَﺔَ ﺷِﺮْﻙٌ

’’Sesungguhnya jampi-jampi dan jimat-jimat dan juga pelet adalah syirik’’.

(HR. Abū Dāwūd, Ibnu Mājah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullāh)

Itulah halaqah yang ke-11 dan sampai bertemu kembali pada dihalaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين  

Saudaramu,
'Abdullāh Roy

Ditranskrip Oleh:
Tim Transkrip BiAS
___________________________