Friday, April 12, 2013

Sang Pemenang VS Sang Pecundang

Sang Pemenang (Winner) VS Sang Pecundang (Looser), ketika di tanya "kamu pemenang atau pecundang ?" pastilah semua orang menjawab dan memilih bahwa dirinya adalah pemenang namun pada kenyataan yang sebenarnya tidaklah selalu begitu. menjadi Sang Pemenang tidaklah semudah mengatakan, dalam sebuah buku yang berjudul : 

YOU CAN WIN
Winners don't do different things.
They do things Differently.
A STEP BY STEP TOOL FOR TOP ACHIEVERS
SHIV KHERA

saya menemukan beberapa perbandingan antara sang pemenang dan sang pecundang, kalau anda belum baca buku ini boleh pinjam dengan saya.saya sendiri terinspirasi dan termotivasi untuk jadi sang pemenang dengan membaca perbandingan sang pemenang dan sang pecundang yang terdapat dalam buku ini, berikut ini kutipannya semoga juga dapat menginspirasi dan memotivasi anda menjadi sang pemenang bukan sebaliknya menjadi sang pecundang



Sang Pemenang selalu jadi bagian dari jawaban ;
Sang Pecundang selalu jadi bagian dari masalah;
Sang Pemenang selalu mempunyai program ;
Sang Pecundang selalu mempunyai alasan ;
Sang Pemenang  berkata : ” Marilah, kita kerjakan ini untuk Anda ” ;
Sang Pecundang berkata : ” Itu bukan pekerjaan saya ” ;
Sang Pemenang selalu melihat ada jawaban untuk setiap masalah ;
Sang Pecundang selalu melihat ada masalah untuk setiap jawaban ;
Sang Pemenang berkata : ” Mungkin ini sulit tetapi masih ada kemungkinan ” ;
Sang Pecundang berkata : ” Ini masih mungkin tetapi terlampau sulit ” ;
Ketika Sang Pemenang melakukan kesalahan, ia berkata : ” Saya keliru ” ;
Ketika Sang Pecundang melalukan kesalahan, ia berkata : ” Itu bukan kesalahan saya ” ;
Sang Pemenang membuat komitmen ;
Sang Pecundang membuat janji ;
Sang Pemenang mempunyai mimpi ;
Sang Pecundang mempunyai skema ;
Sang Pemenang berkata : ” Saya harus melakukan sesuatu ” ;
Sang Pecundang berkata : ” Sesuatu harus dilakukan ” ;
Sang Pemenang adalah bagian dari sebuah team ;
Sang Pecundang adalah pecahan dari team ;
Sang Pemenang melihat perolehan (gain) ;
Sang Pecundang melihat kesakitan (pain) ;
Sang Pemenang melihat peluang ;
Sang Pecundang melihat masalah ;
Sang Pemenang meyakini win-win solution ;
Sang Pecundang meyakini bagi mereka untuk menang seseorang harus kalah ;
Sang Pemenang melihat potensi ;
Sang Pecundang melihat masa lalu ;
Sang Pemenang seperti thermostat ;
Sang Pecundang seperti thermometer ;
Sang Pemenang memilih kata-kata yang akan diucapkan ;
Sang Pecundang mengatakan apa yang mereka pilih ;
Sang Pemenang menggunakan argumentasi yang keras tetapi dengan kata-kata yang lembut ;
Sang Pecundang menggunakan argumentasi yang lemah tetapi dengan kata-kata yang kasar ;
Sang Pemenang bersikukuh untuk mempertahankan nilai-nilai tetapi berkompromi dengan hal-hal yang sepele ;
Sang Pecundang bersikukuh dengan hal-hal sepele tetapi berkompromi terhadap nilai-nilai ;
Sang Pemenang mengikuti filosofi empati : ” Jangan melakukan sesuatu kepada orang lain yang tidak kauinginkan orang lain perlakukan terhadap dirimu ” ;
Sang Pecundang mengikuti filosofi : ” Lakukanlah sesuatu sebelum orang lain melakukannya terhadap dirimu ” ;
Sang Pemenang membuat sesuatu itu terwujud ;
Sang Pecundang membiarkan sesuatu itu terjadi ;
Sang Pemenang mempunyai rencana dan bersiap-siap untuk menang. Kata kuncinya adalah persiapan.

.....

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon