Tuesday, May 21, 2013

Termakna Romantis 18+

Jalan jalan mencari buku bacaan di internet ketemu sebuah bacaan yg romantis menggugah jiwa di fans page fb "Pro-U Media untuk Cita-cita dan Gagasan"

berikut ini uraian kalimat kalimat romantisnya : 

Romantis adalah tidur saling memunggungi, jasad tak bersentuh, tapi jiwa berpeluk-peluk. Lisan omel-omelan, tapi hati berciuman. Romantis adalah berada di depan ribuan wanita, lalu SMS istri: Di hadapanku ada ribuan gemintang, tapi tak tampak. Sebab kaulah matahariku. Romantis adalah cemburu yang bagai api; membuat beku saat tiada, menghangatkan ketika tepat ukurannya, dan membakar saat meraksasa.

Romatis adalah katakan pada istri; Engkaulah separuh agama, penjaga ketaatanku. Romantis adalah lelaki yang meski tak tampan, tapi senantiasa bisa membuat istrinya merasa sebagai wanita tercantik di dunia. Romantis adalah seperti dikatakan Nailah (18), pada Utsman (80): Aku suka ketuaanmu, sebab mudamu telah kauhabiskan bersama sang Nabi.
Romantis adalah “Jadikan aku Khadijah!” kata istri. “Tak ada yang lain sebelum kumati.” Kalau begitu, aku duluan saja, disambut bidadari. Romantis adalah ketika Nabi Saw dan Aisyah menonton tarian orang Habasyah berdua, angkat istri dalam pelukan, pipi menempel pipi. Romantis adalah saling berebut air antara Nabi Saw dengan Ummu Salamah dari satu bak mandi. Bercanda meski tak lagi muda, saling menyiram, saling memuji.

Romantis adalah Zaid ibn Haritsah (anak angkat Nabi Muhammad Saw) yang menikahi Ummu Ayman (ibu asuh Nabi) karena 1 alasan: SURGA! Romantis adalah Zaid ibn Haritsah (anak angkat Nabi Muhammad Saw) yang menikahi Ummu Ayman (ibu asuh Nabi), selisih dua generasi. Romantis adalah saat ketika kata tak perlu terucap, hanya mata saling tatap, dan kita tahu cinta menggelora bagai samudra
Romantis adalah nama Jawa yang di-Inggriskan untuk panggilan cinta. Ala K.H. Rahmat Abdullah: Sumarni dipanggil “Nai!” Romantis adalah Ali yang dimarahi Fatimah, terkunci tak bisa masuk rumah saat pulang. Lalu tidur di serambi Masjid berlumur debu. Romantis adalah saat lamaran dijawab tunda akad, kukata: Aku sabar jika lamaran dijawab “TIDAK”, tapi aku tak ingin menanti. Ada yang lain.

Romantis adalah seperti Khadijah yang tak bertanya melihat suaminya pulang gemetaran, takut, menggigil. Hanya memahami, hanya menyelimuti. Romantis adalah 20-08-10, 6 tahun bersamamu Cinta, banyak hal tak bisa diungkap kata. Ringkasnya: Engkaulah separuh agama, penjaga ketaatanku. Romantis adalah ketika Aisyah banting piring di depan tamu yang membelalak, Nabi Saw tersenyum lalu berkata, “Maaf ya, ibu kalian sedang cemburu.”

Romantis adalah Ada 2 pilihan ketika bertemu cinta: jatuh dan bangun. Padamu kupilih yang ke-2, agar cinta jadi istana, tinggi gapai surga. Romantis adalah mengatakan pada Allah: hidupku untuk-Mu, apalagi matiku. Romantis adalah pulang dari safari jauh dengan kumis tercukur, jenggot terapikan, kuku-kuku dibersihkan, haruman bertaburan. Romantis adalah seperti Nabi Saw menghindari 2 kalimat tabu untuk Anas sebagai pembantu; “Mengapa kaulakukan ini?” dan “Mengapa tak kaulakukan itu?”

Romantis adalah menolak mengisi seminar berhonor Rp 70 Juta, dan berkata, “Maaf, itu bertepatan dengan saat berharga untuk anak saya.” Romantis adalah suami bangunkan istri, istri bangunkan suami. Saling cipratkan wudhu lalu mencium dengan senyum: Yuk, shalat Tahajud. Romantis adalah saat Allah menjawab doa pinta kita: “Tidak hamba-Ku, Aku punya yang lebih baik dari yang kauminta itu. Untukmu.”
Romantis adalah berjalan ke masjid saat dipanggil adzan di JOGOKARIYAN, menyapa tetangga, menebar salam. Yuk. Romantis adalah saat Muhammad Saw dijemput kematian, dalam rintihan cinta paling tulus ia berujar, “Ummatku, ummatku, ummatku…” Romantis adalah saat Muhammad Saw memeluk Aisyah di dingin malam dan berbisik lembut, “Apakah kauizinkan aku malam ini shalat menghadap Tuhanku?”
Romantis adalah memaafkan saudara yang silap, memeluknya dan berbisik, “Dalam tiap takdir kesalahanmu, kuberharap ada takdir kemaafanku.” Romantis adalah suapan sepiring berdua, minum segelas bersama terbekas bibirnya, sebutir anggur atau kurma di mulut berhadapan antara Nabi Muhammad Saw dengan Aisyah. Romantis adalah saat Rasulullah Saw melepas Umar berangkat umrah dengan pinta, “Jangan lupakan kami dalam doa ya Akhi Sayang!”

Romantis adalah meragamkan keluhan. Kadang, “Ya Allah, aku punya masalah besar.” Lain waktu, “Hai masalah, aku punya Allah yang Mahabesar!” Romantis adalah bertanya pada istri, “Ada makanan hari ini?” Dijawab, “Tidak.” Maka senyumlah Rasulullah dan ujarnya, “Kalau begitu aku puasa.” Romantis adalah mengajak istri mengisi kajian Muslimah lalu berbisik, “Tetaplah engkau yang tercantik di hatiku.”
Romantis adalah menyadari bahwa menikahi orang yang dicinta hanya kemungkinan, sedang mencintai orang yang dinikah adalah KEWAJIBAN.” Romantis adalah istri lepas suami bekerja, senyum, kecup dahi, dan berkata, “Bang, istrimu lebih rela lapar daripada makan barang haram.” Romantis adalah gagal berangkat libur akhir pekan, bikin tenda dalam kamar. “Yang penting bukan ke mana, asalkan bersamamu Bidadariku.”
Romantis adalah duduk di depan notebook, menuliskan twit-twit di hashtag. Romantis adalah, dan istri di pangkuan senyum melulu. Romantis adalah “Sebelum menikah denganmu, aku pernah mencintai seseorang,” kata Fatimah. “Siapa?” tanya Ali. “Engkau,” jawab Fatimah. Romantis adalah saat lelah Muhammad Saw menebar kebaikan bertimbun, saat ia berbaring payah, Tuhan berseru, “Hai orang berselimut, bangunlah!”
Romantis adalah ketika semua bertakbir mendengar Surah An-Nashr, namun Abu Bakr menangis takut kehilangan sang kekasih yang tugasnya usai. Romantis adalah saat semua terguncang mendengar wafatnya Al-Musthafa, tapi Abu Bakr yang paling kehilangan justru tampil paling tenang.

Romantis adalah saat Ibrahim alayhis-salam bergembira atas kelahiran anak yang telah dinanti puluhan tahun, lalu Tuhan berseru, “Tinggalkan ia dan ibunya di sahara.” Romantis adalah saat Ibrahim tak mampu jawab istri dan bayinya mengapa mereka ditinggalkan, lalu sang istri berkata, “Jika ini adalah perintah Allah, maka sungguh Ia takkan menyia-nyiakan kami.” Romantis adalah saat Ibrahim memimpikan perintah yang mengerikan, lalu Ismail meyakinkan, “Ayahku sayang, lakukanlah apa yang telah dititahkan.” Romantis adalah saat Ibrahim memejamkan mata untuk menaati perintah-Nya sekaligus mengeja cinta keayahan, pisau menempel di leher buah hati.

Romantis adalah saat godaan melanda di puncak muda Yusuf alayhis-salam; ia cantik, molek, kuasa, dan sunyi, tapi Yusuf memilih lari, bajunya koyak belakang. Romantis adalah saat sekumpulan jelita mengiris tangannya terpesona akan paras Yusuf, tapi ia berdoa, “Ya Rabbi, penjara lebih kusuka!” Romantis adalah saat Yusuf harus buat lakon sandiwara hanya untuk bertemu adik tersayang dan orangtuanya. Dalam syahdu, sujudlah mereka.

Romantis adalah saat harta, tahta, wanita ditawarkan, Muhammad Saw malah berkata, “Andai pun mentari di kanan, rembulan di kiri; kutakkan pernah berhenti!” Romantis adalah ketika dunia dihamparkan di hadapannya, Umar ibn Al-Khaththab menangis. “Jika ini baik, mengapa tak terjadi di masa Nabi dan Abu Bakr?” Romantis adalah ketika Utsman ibn Affan dikabarkan masuk surga, disertai bencana dan tumpahnya darah, lalu dia berkata, “Alhamdulillaah, tsumma tawakkaltu.”

Romantis adalah saat cucu naik ke punggung sang Nabi, lalu ada yang berkata, “sebaik-baik tunggangan!” Dia jawab, “dan sebaik-baik penunggang!” Romantis adalah saat Fatimah, putri Nabi Muhammad Saw, tapaknya pecah, leher pegal, punggung bilur; minta pembantu. Namun sang ayah hanya ajarkan zikir.
Romantis adalah saat satu per satu harta Ayyub ‘alayhis-salam binasa, anak-anaknya mati, dan dirinya dilanda sakit yang merontokkan jasad. Doamu, “Sisakan hatiku tuk mengingat-Mu.” Romantis adalah saat Musa ‘alayhis-salam memberi minum kambing-kambing dua gadis penggembala, lalu salah satu menyebutmu pada ayahnya sebagai: “Kuat dan tepercaya!” Romantis adalah Abu Bakr menitikkan air mata, jatuh di pipi kekasih Saw yang tidur di pangkuan. Dia kata, “Jangan bersedih, Allah with us.”

Romantis adalah saat Nabi Muhammad Saw memberi senyum terindah kepada orang yang dulu mencaci, menyiksa, menyumpahserapahi dirinya saat mereka tertunduk kalah. Kausenyumi: Tiada cerca, hanya cinta! Romantis adalah saat Zakaria ‘alayhis-salam menunggu karunia keturunan hingga ubanan, keriput, uzur, dan istrimu mandul. Akan tetapi, dia hamil atas kehendak-Nya. Tiga hari ia tak berbicara dengan sesama. Romantis adalah saat sesosok malaikat tampan mendekatimu. Maryam takut, tapi dia berkata, “Tuhan memilihmu untuk keajaiban sepanjang zaman.” Romantis adalah mengganti avatar Twitter karena istri meminta; senyummu, malam ini untukku saja! Demikian Shalihin-Shalihat.

sumber : http://blog.proumedia.co.id/termakna-romantis 


Artikel Terkait


EmoticonEmoticon