Friday, August 28, 2015

Pengertian Tauhid

Tags

Kamis, 12 Dzulqa'dah 1436 H / 27 Agustus 2015 M
Ustadz Abdullāh Roy, MA
Silsilah Belajar Tauhid
Halaqah 06 | Pengertian Tauhid
⬇ Download Audio dan Transkrip
 https://drive.google.com/open?id=0B0Wy0LL4obxMVlU0NjhESkdCOFU
~~~~~~~~~~~~~~~
PENGERTIAN TAUHID
بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين
Halaqah yang ke-6 dari Silsilah Belajar Tauhid yaitu "Apa itu Tauhid?"
Saudara sekalian, semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla memberikan pemahaman kepada kita semua.
Sebelum kita jauh melangkah di dalam Silsilah ini, tentunya kita harus benar-benar memahami apa makna Tauhid yang wajib kita pelajari dan kita amalkan.
TAUHID
■ Secara bahasa adalah mengEsakan
■ Secara istilah adalah mengEsakan Allāh di dalam beribadah.
Seseorang tidak dinamakan bertauhid sehingga dia meninggalkan peribadatan kepada selain Allāh, seperti:
• Berdo'a kepada selain Allāh
• Bernadzar untuk  selain Allāh
• Menyembelih untuk selain Allāh
• Dan lain-lain.
                                                  
Apabila seseorang beribadah kepada Allāh dan menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allāh, siapapun dia, entah itu seorang Nabi, Malaikat atau yang lain maka inilah yang dinamakan dengan syirik yaitu menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta'āla di dalam beribadah.
Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman :
ﻭَﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢُ ﻷَﺑِﻴﻪِ ﻭَﻗَﻮْﻣِﻪِ ﺇِﻧَّﻨِﻰ ﺑَﺮَﺁﺀٌ ﻣِّﻤَّﺄ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭﻥَ {26} ﺇِﻻَّ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻓَﻄَﺮَﻧِﻲ {27}
’’Dan ingatlah ketika Ibrāhīm berkata kepada bapaknya dan kaumnya 'Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah, kecuali Dzat yang telah menciptakan aku'" (Az-Zukhrūf 26-27)                                                                                                                                               
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda :
ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَ ﻛَﻔَﺮَ ﺑِﻤَﺎ ﻳُﻌْﺒَﺪُ ﻣِﻦْ ﺩُﻭْﻥِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺣَﺮُﻡَ ﻣَﺎﻟُﻪُ ﻭَﺩَﻣُﻪُ ﻭَ ﺣِﺴَﺎﺑُﻪُ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﻠﻪِ
’’Barangsiapa yang mengatakan ‘’Lā ilāha illallāh’’ dan mengingkari segala sesuatu yang disembah selain Allāh maka haram hartanya dan darahnya (artinya tidak boleh diganggu) dan perhitungannya (hisabnya) adalah atas Allāh Subhānahu wa Ta'āla ‘’.
(Hadits shahīh, HR. Imam Muslim)
Oleh karena itu, rukun kalimat Tauhid (Lā ilāha illallāh) ada 2 :
⑴ Nafi (pengingkaran)
Nafi pada kalimat ‘’Lā ilāha’’ artinya tidak ada Tuhan yang berhak disembah. Maksudnya adalah mengingkari tuhan–tuhan selain Allāh.
⑵ Itsbat (penetapan)                                                                                                                                                                Itsbat pada kalimat ‘’illallāh" artinya kecuali Allāh. Maksudnya adalah menetapkan Allāh sebagai satu-satunya sesembahan.
والله الموافق
وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين  
Akhūkum,
'Abdullāh Roy
Ditranskrip oleh:
Tim Transkrip BiAS
__________________________

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon